Selasa, 14 Februari 2012

tatkala


tatkala di waktu senja

aku bangkit membongkar dada
menunggangi kelopak-kelopak angin
kelelawar membersit dari goa jantung
menancapkannya di pohon langit


tatkala di waktu malam


lepas bergemuruh ombak
mengayuh pada tak terhingga di bibir mimpi
buih di tepian ; peluh menggenang
bulir pasir putih menari dalam aroma perih

tatkala di waktu subuh


busur lepaskan anak panah dari sarang hati
pengharapan di sisa guguran bintang
semakin purba
lelah menggapai embun
dahaga meluas ruang wangi bunga rindu

tatkala di waktu pagi


kuberikan sisa tubuhku
pada burung gagak
belatung juga cacing tanah
bait-bait dalam sajak jiwa hangus tersepuh
menembus kelopak bara ufuk
selebihnya hanya sia-sia saja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar