tatkala di waktu
senja
aku bangkit
membongkar dada
menunggangi
kelopak-kelopak angin
kelelawar membersit dari goa jantung
kelelawar membersit dari goa jantung
tatkala di waktu
malam
lepas bergemuruh ombak
mengayuh
pada tak terhingga di bibir mimpi
buih di tepian ;
peluh menggenang
bulir pasir putih
menari dalam aroma perih
tatkala di waktu
subuh
busur lepaskan anak panah dari sarang hati
pengharapan di sisa
guguran bintang
semakin purba
lelah menggapai embun
dahaga meluas ruang wangi
bunga rindu
tatkala di waktu pagi
kuberikan sisa tubuhku
pada burung gagak
belatung juga cacing
tanah
bait-bait dalam sajak
jiwa hangus tersepuh
menembus kelopak bara
ufuk
selebihnya hanya sia-sia
saja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar