Sabtu, 14 April 2012

karepmu

lagi ngobrol
apa aja
bebas
merdeka

Senin, 02 April 2012

Isteriku bau busuk

Sebenarnya aku berasal dari keluarga miskin, tapi sejak kedua orangtuaku meninggal dunia, aku menjadi rajin dan tekun untuk mencari uang. Aku bosan hidup miskin, kata-kata itu terus memotivasi dan menyemangatiku. Dan sebagian hidupku benar-benar habis untuk mengejar uang, bahkan aku sampai tidak memperhatikan kehidupan sekitarku. Tapi berkat keuletan yang tak pernah padam, bisnisku pun semakin berkembang pesat. Aku pun berhasil menjadi orang yang sangat, sangat, sangat kaya raya. Hebat kan aku?

Selasa, 28 Februari 2012

maafkan aku

maafkan aku
keterbatasan-ku
aku tak sanggup menghentikan
keinginan jiwa
dan keseluruhan-ku
untuk mengupas rahasia
matahari

Janganlah


janganlah mengeluhkan akan hidupmu…
Satu orang saja yang mendengar keluhanmu, akan menjadi batu yang akan menghambat langkahmu
Semakin banyak orang tahu, akan meruntuhkan bentengmu, dan kau akan jatuh menyerpih seperti pasir…

ketika


ketika nyawaku menyembur ke dunia
aku menangis
sebab aku hidup
aku hembuskan nafas hidup

siapa mengetuk lewat bisikan


aku tak mendengar gema suara purnama
aku bongkar dinding dadaku lebar
pintu liar jiwaku pun menganga
detak jantungku berdegup memburu
gemeretak tubuhku

secangkir kopi

mari kita ngopi dulu...
daripada kenthir...

Senin, 27 Februari 2012

sepotong jiwa

sepotong jiwa pengabdi kata hati
tatkala langkahnya yang kecil membentur dinding semesta
ia terduduk sejenak kemudian menelanjangi mega
mencoba memahami angin yang lintas menampar
dan menyepuhnya

telanjang

telanjang! telanjang-lah mata, oh hati
tatkala malam – pun siang
telanjang! telanjang-lah mata, oh jiwa
tak meraba

pernah hidup

segala rasa adalah malam dan siang
langit dan bumi : kemarau dan hujan
meluas ruang dalam semesta waktu
dan aku ada di dalamnya
tidaklah mungkin akan berlari
menghindar untuk selamanya

tidur dan mimpi

dalam tidurku aku bermimpi
dan di dalam mimpiku
aku sedang tertidur
dan di dalam tidurku
aku bermimpi
dan di dalam mimpiku
aku tertidur
dan di dalam tidurku
aku bermimpi

aku ingin

aku ingin menghunus bintang
– tapi gelap mencengkeramku
aku ingin marah
– tapi kabut subuh menggorok leherku

batu

tatkala matahari beranjak menyapa sambil menebar surya
sisa embun yang memaksakan diri bertahan
dan mencengkeramkan kuat-kuat jemarinya di atas dedaunan
akhirnya sia-sia saja ; tergelincir dan jatuh
dan sepertinya hanya aku yang mencoba menerjemahkan itu semua
meskipun hanya dengan bahasaku

dan kita pun sama-sama


dan kita pun sama-sama
menatap pagi merasakan kehangatan surya
yang mekar se-wangi bunga rindu

nyanyian kebebasan


mengumpulan sejuta tangis
        - untuk apa?
                - kenapa tidak mampus saja?
terjun sekalian dalam jurang badai
merasa putus asa ; bosan dan selalu mentok
pastikan saja pada bunga-bunga yang gugur
bukan pada musim gugur
kenyataannya dunia ini memang mengajarkan pada tak terhingga
                                                        ; bait puisi

ajarkan aku doa


selalu saja aku lantunkan dalam kesesakan
selalu saja aku lantunkan dalam kecemasan
selalu saja aku lantunkan dalam kesalahan
selalu saja aku lantunkan dalam kedukaan
selalu saja aku lantunkan dalam ketidakberdayaan

malam-malam aku sendiri

malam-malam aku sendiri
batu bulan memperpanjang ciumannya
sedang rambutku tergerai ikut menari
sangsi

Kamis, 23 Februari 2012

Suatu pagi

“Bangsat!”
“BANGSAT!” Aku mengumpat sekuat tenagaku.
Pagi seperti ini, aku harus terbangun dari tidurku yang nyenyak. Ini sungguh mimpi paling buruk dalam sejarah hidupku. Suara keras dan sangat berisik bagai ratusan petir berada di luar rumahku. Padahal belum pernah ada sejarahnya aku bangun tidur pagi seperti ini. Dan yang lebih parah lagi, aku bangun tidur bukan karena kemauanku sendiri. Ini benar-benar hal yang sangat kubenci.

Selasa, 21 Februari 2012

Biar bagaimanapun aku harus mengucapkan terima kasih pada wartawan di seluruh negeri ini.


Tidak aku pungkiri, sejujurnya dalam hatiku, bahwa wartawan itu hanyalah sekumpulan orang-orang munafik dan pengecut. Bagiku mereka itu sama saja dengan teroris. Hanya saja caranya tidak ekstrim seperti halnya teroris sungguhan. Para wartawan hanya menyiarkan ketimpangan dan segala kejahatan pada dunia. Dengan begitu mereka pun menciptakan teror pada orang-orang. Jadi aku tidak salah menilai kalau mereka bagian dari teroris.

selamat malam keabadian!


selamat malam keabadian!
bulan leluhur kepada semesta alam
indah sekali garis buram di keningmu
senyumlah ubun-ubun kepala
setiap jengkal manusia